PADANG, GM--Penurunan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium sejak 1 April lalu tak signifikan sehingga ongkos angkutan juga tak
turun.
Jika penurunan harga BBM signifikan, maka DPRD Padang
akan memanggil pihak terkait seperti Organda dan Dinas Perhubungan agar ongkos
angkutan bisa diturunkan.
Ketua Komisi III DPRD
Padang, Helmi Moesim, Selasa (5/4) menuturkan, DPRD Padang telah membicarakan
persoalan ini dengan pihak terkait.
“Dari pembicaraan itu disepakati, penurunan tarif angkutan umum di
Padang akan diambil jika penurunan harga BBM terjadi signifikan.
Kalau sekarang turunnya
tidak terlalu signifikan, baru Rp500. Kalau penurunan mencapai Rp1.000, Komisi
III akan panggil
pihak terkait," papar Helmi.
Menurut Helmi, angka Rp1.000 di sini bukanlah satu kali
penurunan harga saja. Namun
juga melihat total keseluruhan penurunan harga BBM sejak pertama dinaikkan.
Kebijakan menurunkan harga BBM telah
diambil pemerintah sebanyak tiga kali. Dari tiga kali penurunan tersebut, BBM
telah turun hingga Rp800 dari harga semula.
"Jika turunnya telah
mencapai Rp1.000,
kami memanggil organda dan Dishub dan meminta mereka menurunkan tarif angkutan,"
tegas Helmi.
Hal ini dibenarkan oleh
Wakil Ketua DPRD Padang, Asrizal. Dikatakan DPRD telah mengadakan pertemuan
dengan organda dan Dinas Perhubungan guna membahas hal ini.
"Karena turunnya tak sampai Rp1.000 memang belum ada putusan menurunkan tarif angkot. Meski demikian
kita lihat dulu lah ke depannya seperti apa," kata Asrizal. (salwin)
0 komentar:
Posting Komentar